Wednesday, March 13, 2013

Tatafkkur Alam

Alhamdulillah setelah beberapa kali tertunda akhirnya kegiatan Tafakkur Alam dapat terselenggara dengan baik, Insya Allah membawa manfaat bagi para peserta yang belajar dan mengenal lebih dalam ciptaan Allah. Insya Allah dapat menumbuhkan keyakinan yang mendalam akan kebesaran-Nya sehingga menumbuhkan rasa syukur sehingga Ibadah kepada-Nya semakin meningkat.

Berikut Dokumentasi Kegiatan yang Dilakukan dan Ekspresi Wajah-Wajah Penuh Keceriaan BahkanEkspresi Kelehan Karena Perjalanan Yang Cukup Panjang

1. Kebun Binatang Ragunan


























2. Menuju Planetarium Namun Gagal Karena Planetarium Tutup Untuk Umum, Langkahpun Melaju Ke Masjid Istiqlal















3. Istirahat, Menikmati Bekal dan Bermain Sejenak @Monumen Proklamasi










 

4. Kegiatan Diakhiri Dengan Melakukan Shalat berjamaah di Masjid Agung Sunda Kelapa

5


 5. Menceritakan Pengalaman

6. Menikmati Lelahnya Perjalanan Panjang




Selamat Para Generasi Masa Depan, Semoga Kalian Bisa Mencerahkan Dunia dengan Cahaya Islam, Amin.
Dan terimakasih kepada sahabat yang telah berpartisipasi secara tidak langsung sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik. Allah lah yang akan membalas segala yang telah sahabat berikan,dengan balasan yang berlipat ganda, amin

Thursday, January 3, 2013

Program Kegiatan Tafakkur, Tadabbur, Tasyakkur

Insya Allah pada hari Kamis, 24 Januari 2013 Majlis Pengajian Anak-Anak Nurul Islam akan mengadakan kegiatan Tafakkur, Tadabbur dan Tasyakkur. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk pembelajaan langsung dengan memperhatikan kekuasaan Allah di alam raya, di dalam bumi dan dalam diri.

Aktivitas yang mereka lakukan menyaksikan luasnya kekuasaan Allah di alam raya, tempatnya di Planetarium, hebatnyanya Allah mencipta selain manusia tempatnya di Kebun Binatang dan mari kita bersyukur atas nikmat yang telah di beriikan-Nya dengan bukti nyata, tempatnya di Masjid Istiqlal.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan keyakinan pada diri kita semua akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, sehigga diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini akan menghadirkan keyakinan yang kuat dalam diri sehingga mampu melahirkan Akhlakuk karimah dalam kehidupan sehari-hari dan itulah Islam, itulah seorang muslim.

Kegiatan ini mengajak mereka untuk melihat dan berfikir dan berdzikir, bukankah orang yang dzikrullah itu dijamin hatinya akan tenang? orang yang hatinya tenang tidak akan pernah membuat kerusakan di muka bumi ini, melainkan menjaga, memelihara dan mengembangkannya untuk kemaslahatan hidup umat manusia sehingga mampu mewujudkan visi misi Islam yaitu rahmatan lil'alamin.

Mohon doa dan restunya semoga kegiatan ini diberikan kelancaran, kemudahan dan hasil yang maksimal untuk semua yang mengikutinya, amin


Wednesday, December 5, 2012

Renungan; Belajar Dari Dinar



Renungan; Belajar Dari Dinar

Dinar ,  apa itu dinar? Siapa itu dinar, ada apa dengan dinar? 

Dinar yang dimaksud bukanlah nama orang tapi nama alat tukar resmi negara-negara timur tengah. Dinar yang menjadi bahasan renungan saat ini sama dengan uang, sebagai alat tukar. Itulah dinar, meski tentu saja secara kualitas dinar berbeda dengan uang secara umum yang sangat fluktuatif. Namun sekali lagi bukan itu yang ingin di bahas.
Lalu ingin membahas apa dong? Begini, ide tulisan ini datang dari ungkapan seorang teman yang menjadi pembicara saat acara pengajian raudhah civitas alumni YISC al-Azhar. Apa ungkapannya? kurang lebihnya seperti ini. Kata dinar tersusun dari dua kata, pertama din dan naar. Tentu saja pengertian yang beliau ungkapan bukan berasal dari kamus atau definisi ilmiah hasil sebuah kajian mendalam. Namun jika saya mencoba meniliknya dari sisi lain, saya menemukan maknanya.
Begini, Din, adalah kata yang jika diterjemahkan berarti agama dan Naar, adalah api dalam hal ini adalah neraka. Din, adalah sebuah aturan-aturan hidup yang memberi arah pada kepatuhan seorang hamba terhadap yang diyakininya sebagai sebuah kebenaran mutlak, Allah SWT. Jika manusia berada pada jalurnya selama hidup di dunia, maka pada kehidupan selanjutnya manusia akan diberi tempat yang penuh dengan kebahagiaan. Sedangkan Naar adalah api, neraka yang disediakan untuk manusia yang menyimpang dari kebenaran-Nya.

Mau din atau naar

Saat manusia mampu mengelola nikmat Allah dalam arti apa yang dimilikinya bukanlah miliknya sehingga dengan penuh kesadaran sebgai rasa syukur ia menjadi orang yang dermawan sehingga menumbuh suburkan kehidupan yang shaleh, di dunia manusia telah menciptakan surga, karena mengikuti kebenaran din. Namun jika sebaliknya, saat manusia tidak mampu mengelola amanah kehidupan, menggunakan dinar (uang) untuk kehidupan menjadi pemuja budaya hedonism, menyelewengkan nikmat Tuhan yang dimilikinya, manusia itu telah menciptakan neraka di dunia yaitu kehidupan yang penuh dengan penderitaan, karena tidak mempedulikan kebenaran din.

Belajar dari Dinar, saat kita mampu memanfaatkannya dan mengedalikan hawa nafsu untuk kepatuh-tundukan pada ajaran-Nya sehingga pada dinar yang kita dapatkan hanyalah din-nya. Demikian renungan singkat pagi ini, semoga bermanfaat. Wallaahu a’lam bishawwab.